Posted by: Indonesian Children | November 13, 2010

Mengapa Anak laki-Laki Lebih Mudah Terjadi Keterlambatan Bicara ?

Mengapa Anak laki-Laki Lebih Mudah Terjadi Keterlambatan Bicara ?

Anak dengan jenis kelamin laki-laki  lebih rentan terhadap keterlambatan perkembangan bahasa dibanding anak perempuan. Secara teori hormon estrogen sebagai hormon sexual pada anak perempuan sangat berperan selama perkembangan otak, dimana hormon estrogen ini mempercepat proses myelinisasi serabut syaraf otak.

Data Gurian and Stevens (2005) dalam Vesna Nikolic (2008) menyatakan bahwa 80% masalah kedisiplinan pada anak dilakukan oleh anak laki-laki, 70% anak yang terdiagnosis gangguan belajar adalah anak laki-laki dan 80% anak laki-laki dari tahun ke tahun, berada separuh di belakang anak perempuan untuk ketrampilan matematika dan membacanya.

Guardian dan Stevens menjelaskan bahwa terdapat beberapa perbedaan antara otak anak laki-laki dengan anak perempuan :

  1. Pada anak laki-laki lebih banyak dopamin di aliran darahnya, sehingga meningkatkan risiko perilaku impulsif, dampaknya anak laki-laki kurang mampu belajar dengan duduk tenang, mereka memerlukan aktivitas fisik untuk mengembangkan otak mereka, dan lebih cendrung membuat keputusan yang impulsif.
  2. Amigdala (pusat marah dan agresi) pada anak laki-laki secara signifikan memiliki volume lebih tinggi, akibatnya anak laki-laki cendrung bereaksi dari pada memberi respon, sehingga dikatakan lebih berisiko memiliki masalah-masalah kedisiplinan.
  3. Pada anak laki-laki juga ter-setting untuk recharge diantara tugas-tugasnya, anak perempuan lebih mampu mempertahankan konsentrasi, meskipun dalam keadan istirahat otak mereka masih tetap aktif. Corpus callosum (serabut penghubung antara hemispaer kiri dan kanan) juga memiliki ukuran yang berbeda dibanding anak perempuan, sehingga anak perempuan dapat menjalani berbagai tugas-tugasnya dengan lebih baik, sementara anak laki-laki lebih fokus pada suatu aktivitas pada saat itu saja.
  4. Anak perempuan memiliki neuronal connections yang lebih kuat di lobus temporalnya sehingga mereka dapat berperan sebagai pendengar yang lebih baik sementara anak laki-laki lebih sedikit menangkap stimuli yang berkenaan dengan suara di sekitar mereka, khususnya saat di sampaikan melalui kata-kata.

Daftar Pustaka

  • Data Gurian and Stevens (2005) dalam Vesna Nikolic (2008), Fascinated by the Brain (November 2008) DPCDSB, vesna.nikolic@dpcdsb.org 

Supported By

CHILDREN SPEECH CLINIC

CLINIC FOR CHILDREN Yudhasmara Foundation

Office ; JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 10210  phone : 62(021) 70081995 – 5703646 email : judarwanto@gmail.com, http://childrenclinic.wordpress.com/ 

Clinic and Editor in Chief :

Dr WIDODO JUDARWANTO

phone : 62(021) 70081995 – 62(021) 5703646, mobile : 0817171764

email : judarwanto@gmail.com 

curriculum vitae

 

 

Copyright © 2010, Children Speech Clinic  Information Education Network. All rights reserved


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: