Posted by: Indonesian Children | June 28, 2009

Hubungan antara gangguan perkembangan bicara-bahasa dan gangguan motorik oral.

 Widodo Judarwanto

Oral motor control telah lama dihubungkan dengan kemampuan bahasa. Suatu penelitian oral motor control dalam tiga grup: dewasa dengan afasia didapat, individual dengan perkembangan disfasia, secara khas perkembangan bahasa pada anak-anak. Orang-orang dengan kesulitan bicara-bahasa, pengontrolan motorik oralnya lemah. Gerakan yang lebih kompleks dan koordinasi dari gerakan tersebut sama sulitnya bagi orang-orang dengan keterlambatan bahasa. Secara khusus dalam perkembangan anak-anak (21-24 bulan), kemampuan pengontrolan motorik oral ditemukan berhubungan dengan ketrampilan bahasa. Dalam studi tersebut, terdapat hubungan yang lebih erat antara bahasa dan gerakan kompleks oral  daripada gerakan oral yang sederhana. Anak-anak yang gerakan oral motornya buruk maka bahasanya tidak baik, meskipun anak-anak yang gerakan motorik oralnya baik dapat juga memiliki kemampuan bahasa yang tidak baik. Ketrampilan motorik oral  mungkin merupakan pertanda yang dibutuhkan untuk ketrampilan berbahasa.

Fakta-fakta yang menghubungkan antara motor kontrol dan bahasa

Dalam mencermati hubungan antara perkembangan motor kontrol dan bahasa serta gangguannya, terdapat perbedaan dalam jumlah yang besar, yang diketahui tentang motor kontrol anggota gerak tubuh (limb motor control) dan sedikit yang diketahui tentang  motor kontrol oral. Sebagai contoh, telah lama diketahui bahwa fase pertama dari perkembangan bahasa terjadi sejajar dengan fase pertama perkembangan gestural, anak-anak yang fase gesturalnya lebih awal dari rata-rata biasanya juga mengucapkan kata-kata pertamanya lebih awal.54 Data terakhir memperlihatkan bahwa anak-anak yang terlambat memulai baik komunikasi gestural dan percakapan bahasa secara spontan, kelak lebih mungkin untuk mengalami  keterlambatan dibanding anak-anak yang memulai komunikasi gestural pada umur yang sesuai tetapi juga mengalami keterlambatan bicara.

Hill dkk menyebutkan adanya hubungan yang kuat antara kesulitan motor kontrol anggota gerak tubuh dan kelemahan bahasa.56 Bishop, faktor genetik ikut berperan dalam keterkaitan antara  motor kontrol anggota gerak tubuh dan gangguan bahasa.57 Ketidakseimbangan dalam penelitian ini masih ada, meskipun kenyataannya mayoritas pengguna bahasa yang bicara. Saat ini terjadi perubahan dalam perkembangan ketrampilan oral motor.

Banyak penelitian mengenai hubungan antara oral motor kontrol nonverbal dan perkembangan bahasa diinspirasi oleh berbagai studi yang memperlihatkan bahwa disfungsi bahasa dan disfungsi oral motor sering terjadi bersamaan. Suatu penelitian memperlihatkan adanya kesamaan pola pada kelemahan perkembangan dengan dyspraksia verbal yang didapat.

Mateer secara umum telah mendapatkan keterkaitan antara oral dispraksia yang didapat dan dysphasia yang di dapat. Meskipun disosiasi diantara keduanya juga telah diungkapkan oleh peneliti lainnya.

Keterkaitan tersebut cukup sering untuk menegaskan adanya hubungan di antara beberapa faktor, disosiasi saat dewasa didapat disfungsi yang tidak bermanfaat untuk menjelaskan modularitas dalam perkembangan.

Gangguan ketrampilan motorik oral ternyata didapatkan pada beberapa gangguan perkembangan pada anak, dimana juga terjadi gangguan bicara. Gangguan seperti itu biasanya terjadi dalam gangguan autism.

 Gangguan motorik oral pada anak-anak autistik lebih sering ditemukan daripada adanya gangguan motorik pada anggota gerak tubuh. Gangguan oral motor kontrol sering juga ditemukan pada Sindrom Down. Kelainan tersebut tampak tidak hanya dari gangguan motorik oral tetapi meliputi derajat dispraksia.64-66  Pada anak-anak dengan gangguan bahasa spesifik, sangat sedikit penelitian mengenai faktor oral motor kontrol, tetapi telah ditemukan adanya hubungan. Stark menemukan adanya korelasi antara ketrampilan motorik oral dengan pengulangan bukan kata dan identifikasi fonem pada SLI (Specific Language Impairment).

Stackhouse mengungkapkan bahwa perkembangan dispraksia verbal tidak akan timbul tanpa adanya dispraksia oral nonverbal.

 Berdasarkan pemikiran ini, telah dilakukan penelitian tentang  kemampuan motorik oral dari suatu kelompok gangguan perkembangan bicara dan bahasa. 

Alcock meneliti keterkaitan perkembangan oral motor kontrol dan gangguan bicara dan bahasa yang didapat. Gangguan bicara dan bahasa spesifik yang terjadi pada anak-anak antara 2-7%. Subyek kelompok ini tidak mempunyai ketidakmampuan belajar secara global, kelemahan sensori, atau kelemahan sosial seperti gangguan spektrum autistik, yang bisa menjelaskan keterlambatan bahasanya. Ditegaskan bahwa orang-orang dengan SLI akan mempunyai IQ nonverbal dalam batas-batas normal. Ditemukan banyak fakta klinis, bahwa SLI bisa karena factor genetik dan KE Family mengikuti pola ini. Kelompok keluarga ini mempunyai sekitar 30 anggota keluarga dalam tiga generasi yang 50% mempunyai kelemahan bicara dan bahasa, dan pola ini diwariskan secara dominan.  Ketrampilan bahasa dari KE family pertama kali dilaporkan oleh Gopnik dan Crago, yang menyatakan mereka mempunyai problem spesifik dengan pembentukan kata kerja regular past tense forms, dan terutama mereka tidak punya problem artikulasi yang signifikan pada masa kanak-kanak dulu.

Pinker  selanjutnya menegaskan bahwa keluarga tersebut tidak menyerupai individu aphasia dewasa dengan bahasa mereka atau lainnya.

Sedangkan Vargha-Khadem dkk menemukan bahwa anggota keluarga yang mempunyai kesulitan dengan regular dan irregular past tense, gangguan struktur gramatikal lainnya, sama halnya dengan kebanyakan tes-tes bicara dan bahasa lainnya, pada anggota keluarga yang terpengaruh mempunyai skore IQ lebih rendah dibandingkan anggota keluarga yang tidak terpengaruh.

Penemuan ini telah menunjukkan bahwa ketrampilan nonverbal juga terpengaruh. Sedangkan untuk ketrampilan motorik oral, ketrampilan nada dan tempo dalam bermusik, seringkali ditemukan pada individu-individu dengan gangguan motorik oral dan gangguan bicara dan bahasa pada sebuah kelompok dari penderita dengan lesi pada hemisper kiri. Diduga ada kemungkinan terdapat defisit neural bilateral pada anggota keluarga yang terkena. Hal ini adalah fakta klinis yang penting, sama pentingnya dengan hemisper kanan yang meliputi oral praksis.

 

Referensi :

  1. Stark, R. E. & Blackwell, P. B. (1997). Oral volitional movements in children with language impairments. Child Neuropsychology 1997, 3(2), 81-97.
  2. Bates E, Dale PS, Thal D. Individual differences and their implications for theories of language development. In P. Fletcher & B. MacWhinney  (Eds.), The Handbook of Child Language (pp. 96-151). Oxford, UK: Blackwell.Bates, E. & Goodman, J. C. (1997). On the inseparability of grammar and the lexicon: Evidence from acquisition, aphasia and real-time processing. Language and Cognitive Processes 1995, 12(5-6), 507-584.
  3. Thal DJ, Bates E, Goodman J, Jahn-Samilo J. Continuity of language abilities: An exploratory study of late- and early-talking toddlers. Developmental Neuropsychology 1997, 13, 239-273.
  4. Hill EL. Non-specific nature of specific language impairment: a review of the literature with regard to concomitant motor impairments. International Journal of Language & Communication Disorders 2001, 36(2), 149-171.
  5. Bishop DVM. Motor immaturity and specific speech and language impairment: Evidence for a common genetic basis. American Journal of Medical Genetics 2002, 114(1), 56-63.
  6. Alcock KJ, Passingham RE, Watkins KE, Vargha-Khadem F. Oral Dyspraxia in Inherited Speech and Language Impairment and Acquired Dysphasia. Brain & Language 2000, 75(1), 17-33.
  7. Mateer C, Kimura D. Impairment of non-verbal oral movements in aphasia. Brain and Language 1997, 4, 262-276.
  8. Masdeu JC, O’Hara RJ. Motor aphasia unaccompanied by faciobrachial weakness. Neurology 1983, 33, 519-521.
  9. Karmiloff-Smith A. Development itself is the key to understanding developmental disorders. Trends in Cognitive Sciences 1998, 2(10), 389-398.
  10. Adams L. Oral-motor and motor-speech characteristics of children with autism. Focus on Autism and Other Developmental Disabilities 1998, 13(2), 108-112.
  11. Amato JJ, Slavin D. A preliminary investigation of oromotor function in young verbal and nonverbal children with autism. Infant Toddler Intervention 1998, 8(2), 175-184.
  12. Kumin L, Adams J. Developmental apraxia of speech and intelligibility in children with Down syndrome. Down Syndrome Quarterly 2000, 5(3), 1-7.
  13. Kumin L, Bahr DC. Patterns of feeding, eating and drinking in young children with Down syndrome with oral motor concerns. Down Syndrome  Quarterly 1999, 4(2), 1-8.
  14. Spender Q, Dennis J, Stein A, Cave, D. Impaired oral-motor function in children with Down’s syndrome: A study of three twin pairs. European Journal of Disorders of Communication 1995, 30(5), 77-87.
  15. Stackhouse J, Snowling M. Developmental verbal dyspraxia II: A developmental perspective on two case studies. European Journal of Disorders of  Communication 1992, 27, 35-54
  16. Fisher S, Vargha-Khadem F, Watkins KE, Monaco AP, Pembry, ME. Localisation of a gene implicated in a severe speech and language disorder. Nature Genetics 1998, 18, 168.
  17. Gopnik, M. & Crago, M. B.. Familial aggregation of a developmental language disorder. Cognition 1991, 39, 1-50.
  18. Pinker, S. (1995). The Language Instinct (1st ed.). New York: HarperPerennial.Qvarnstrom, M. J., Jaroma, S. M. & Laine, M. T. (1994). Changes in the peripheral speech mechanism of children from the age of 7 to 10 years. Folia Phoniatrica et Logopaedica, 46(4), 193-202.
  19. Vargha-Khadem F, Watkins K, Alcock KJ, Fletcher P, Passingham R. Praxic and nonverbal cognitive deficits in a large family with a genetically transmitted speech and language disorder. Proceedings of the National Academy of Sciences of the United States of America 1995, 92(3), 930-933.

 

 

Supported  by
CLINIC FOR CHILDREN 

Yudhasmara Foundation 

JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 102010

phone : 62(021) 70081995 – 5703646 

http://childrenclinic.wordpress.com/

 

 

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com

 

 

Copyright © 2009, Clinic For Children Information Education Network. All rights reserved.


Responses

  1. Selamat siang…
    Saya salah satu mahasiswa Terapi Wicara Politeknik Keehatan Surakarta tingkat akhir. Menurut saya artikel ini sangat menarik dan alhamdulillah banyak memberikan pembelajaran dan sebagai salah satu referensi dalam pembuatan Tugas Akhir saya. Semoga artikel ini bermanfaat bagi pembaca lain. terima kasih…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: