Posted by: Indonesian Children | April 25, 2009

Perkembangan Fungsi berbahasa berdasarkam usia

FUNGSI BERBAHASA PADA BAYI BARU LAHIR

·         Fungsi reseptif terlihat adanya reaksi terhadap suara. Mulanya bersifat refleks, kemudian imemperlihatkan respons motorik berupa terdiam kalau mendengar suara, mengedip, atau seperti gerak terkejut. Fungsi ekspresif muncul berupa mengeluarkan suara tenggorok misalnya bertahak, batuk dan menangis. Fungsi suara tenggorok berangsur menghilang umur 2 bulan, digantikan dengan suara “ooo-ooo”.

·         Senyum sosial dapat dilihat umur 5 minggu dengan berbicara atau mengelus pipinya. Senyum simetris, tidak seperti senyum asimetris yang dapat terlihat pada saat anak buang air besar atau kecil yang disebut sebagai meringis. Reaksi orientasi terhadap bunyi seperti respons motorik, mengedip atau gerakan seperti kaget merupakan hal yang penting untuk diperhatikan.

FUNGSI BERBAHASA USIA 2 – 12 BULAN

·         Pada umur 2 bulan, bayi dapat mengeluarkan suara “ooo-ooo” dengan irama yang musikal.

·         Pada umur 4 bulan, terdengar suara “agguuu-aguuu”.

·         Pada umur 6 bulan terdengar anak dapat menggumam.

·         Pada umur 8 bulan ia dapat mengucapkan “dadada” lalu menjadi “dada” yang belum berarti, disusul “dada” yang diucapkan saat ia melihat ayahnya.

·         “Mama” akan muncul lebih belakang. Ia dapat mengerti “Tidak boleh!” yang disertai suara nada tinggi pada umur 9 bulan.

·         Pada umur 11 bulan ia dapat mengucapkan kata pertama yang benar, disusul kata kedua pada umur 1 tahun.

·         Orientasi terhadap bel dapat digunakan untuk menguji kemampuan reseptif dan orientasi. Pada umur 5 bulan ia menoleh tetapi tidak menatap kepada suara. Umur 7 bulan menoleh dan menatap sumber suara. Umur 10 bulan ia mencari dan menatap sumber suara. Bel tidak dapat digunakan untuk menguji pendengaran dengan baik.

FUNGSI BERBAHASA USIA 12 – 18 BULAN

·         Usia 12-15 bulan terdengar munculnya kata-kata baru sebanyak 4-6 kata. Dapat terdengar pula immature jargoning yaitu anak berbicara dalam bahasa yang aneh, atau mencoba mengucapkan kalimat berupa suara yang tidak jelas artinya.

·         Usia 16-17 bulan, ia sudah dapat menguasai 7-20 kata jargoning menjadi lebih matang yang ditandai munculnya kata yang benar diantara kata yang tidak benar.

·         Usia 18 bulan, ia dapat mengucapkan kalimat pendek yang susunannya belum benar misalnya :”Audi minta”, “Audi susu”, “minta susu”.

 

FUNGSI BERBAHASA SETELAH USIA 18 BULAN

·         Pada umur 21 bulan, perbendaharaan kata mencapai 50 kata, dan ia dapat mengucapkan kalimat terdiri dari 2 kata. Ia sudah menggunakan kata “saya”’ kamu walaupun seringkali belum tepat.

·         Pada umur 30 bulan, kata “saya”, “kamu” sudah benar. Pada umur 3 tahun ia menguasai 250 kata dan dapat membentuk kalimat terdiri dari 3 kata.

·         Pada umur 4 tahun ia mulai bertanya mengenai arti suatu kata, terutama yang abstrak. Ia dapat bercerita dan menggunakan kalimat terdiri dari 4-5 kata.

 

 

 

Supported  by
CLINIC FOR CHILDREN

Yudhasmara Foundation

JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 102010

phone : 62(021) 70081995 – 5703646

http://childrenclinic.wordpress.com/

 

 

 

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com

 

 

 

 

 

 

 

Copyright © 2009, Clinic For Children Information Education Network. All rights reserved.

 

 


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: