Posted by: Indonesian Children | June 28, 2009

Penyebab Gangguan Bicara dan Bahasa

Widodo Judarwanto

 

Penyebab gangguan perkembangan bahasa sangat banyak dan luas, semua gangguan mulai dari proses pendengaran, penerusan impuls ke otak, otak, otot atau organ pembuat suara. Adapun beberapa penyebab gangguan atau keterlambatan bicara adalah gangguan pendengaran, kelainan organ bicara, retardasi mental, kelainan genetik atau kromosom, autis, mutism selektif, keterlambatan fungsional, afasia reseptif dan deprivasi lingkungan. Deprivasi lingkungan terdiri dari lingkungan sepi, status ekonomi sosial, tehnik pengajaran salah, sikap orangtua. Gangguan bicara pada anak dapat disebabkan karena kelainan organik yang mengganggu beberapa sistem tubuh seperti otak, pendengaran dan fungsi motorik lainnya.

Beberapa penelitian menunjukkan penyebab ganguan bicara adalah adanya gangguan hemisfer dominan. Penyimpangan ini biasanya merujuk ke otak kiri. Beberapa anak juga ditemukan penyimpangan belahan otak kanan, korpus kalosum dan lintasan pendengaran yang saling berhubungan. Hal lain  dapat juga di sebabkan karena diluar organ tubuh seperti lingkungan yang kurang mendapatkan stimulasi yang cukup atau pemakaian dua bahasa. Bila penyebabnya karena lingkungan biasanya keterlambatan yang terjadi tidak terlalu berat.

Terdapat tiga penyebab keterlambatan bicara terbanyak diantaranya adalah retardasi mental, gangguan pendengaran dan keterlambatan maturasi. Keterlambatan maturasi ini sering juga disebut keterlambatan bicara fungsional.

Keterlambatan bicara fungsional merupakan penyebab yang cukup sering  dialami oleh sebagian anak. Keterlambatan bicara fungsional sering juga diistilahkan keterlambatan maturasi atau keterlambatan perkembangan bahasa. Keterlambatan bicara golongan ini disebabkan karena keterlambatan maturitas (kematangan) dari proses saraf pusat yang dibutuhkan untuk memproduksi kemampuan bicara pada anak. Gangguan ini sering dialami oleh laki-laki dan sering terdapat riwayat keterlambatan bicara pada keluarga. Biasanya hal ini merupakan keterlambatan bicara yang ringan dan prognosisnya baik. Pada umumnya kemampuan bicara akan tampak membaik setelah memasuki usia 2 tahun. Terdapat penelitian yang melaporkan penderita dengan keterlambatan ini, kemampuan bicara saat masuk usia sekolah akan normal seperti anak lainnya.

Dalam keadaan ini biasanya fungsi reseptif sangat baik dan kemampuan pemecahan masalah visuo-motor anak dalam keadaan normal. Anak hanya mengalami gangguan perkembangan ringan dalam fungsi ekspresif. Ciri khas lain adalah anak tidak menunjukkan kelainan neurologis, gangguan pendengaran, gangguan kecerdasan dan gangguan psikologis lainnya.

 

Penyebab Gangguan Bicara dan Bahasa menurut Blager BF

 

Penyebab                                                              Efek pada Perkembangan Bicara

 

1. Lingkungan

a. Sosial ekonomi kurang                                         a. Terlambat

b. Tekanan keluarga                                                   b. Gagap

c. Keluarga bisu                                                           c. Terlambat pemerolehan bahasa

d. Dirumah menggunakan bahasa                       d. Terlambat pemerolehan struktur bahasa bilingual

 

2. Emosi

a. Ibu yang tertekan                                                 a. Terlambat pemerolehan bahasa

b. Gangguan serius pada orang tua                    b. Terlambat atau gangguan perkembangan  bahasa

 

c. Gangguan serius pada anak                              c. Terlambat atau gangguan perkembangan bahasa 

 

3. Masalah pendengaran

a. Kongenital                                                            a. Terlambat atau gangguan bicara permanen                            

b. Didapat                                                                   b. Terlambat atau gangguan bicara permanen

4. Perkembangan terlambat                               

a. Perkembangan lambat                                          a. Terlambat bicara

b. Perkembangan lambat, tetapi                            b. Terlambat bicara  masih dalam batas rata­rata

c. Retardasi mental                                                   c. Pasti terlambat bicara

 

5. Cacat bawaan

a. Palatoschizis                                                        a. Terlambat dan terganggu kemampuan bicara

b. Sindrom Down                                                    b. Kemampuan bicaranya lebih rendah

 

6. Kerusakan otak 

a. Kelainan neuromuscular                                      a. Mempengaruhi kemampuan menghisap, menelan, mengunyah dan akhirnya timbul   gangguan bicara dan artikulasi seperti  disartria

 

b. Kelainan sensorimotor                                         b. Mempengaruhi kemampuan menghisap,  menelan, akhirnya menimbulkan  gangguan artikulasi, seperti dispraksia

 

c. Palsi serebral                                                        c. Berpengaruh pada pernapasan, makan  dan timbul juga masalh artikulasi yang  dapat mengakibatkan disartria dan  dispraksia

 

d. Kelainan persepsi                                                                d. Kesulitan membedakan suara, mengerti bahasa, simbolisaasi, mengenal konsep,  

akhirnya menimbulkan kesulitan belajar  di sekolah

           

Faktor Internal

Berbagai faktor internal atau faktor biologis tubuh seperti faktor persepsi, kognisi dan prematuritas dianggap sebagai faktor penyebab keterlambatan bicara pada anak.

 

Persepsi

Kemampuan membedakan informasi yang masuk  disebut persepsi. Persepsi berkembang dalam 4 aspek : pertumbuhan, termasuk perkembangan sel saraf dan keseluruhan sistem; stimulasi, berupa masukan dari lingkungan  meliputi seluruh aspek sensori, kebiasaan, yang merupakan hasil dari skema yang sering terbentuk. Kebiasaan, habituasi, menjadikan bayi mendapat stimulasi baru yang kemudian akan tersimpan dan selanjutnya dikeluarkan dalam  proses belajar bahasa anak. Secara bertahap anak akan mempelajari stimulasi-stimulasi baru mulai dari raba, rasa, penciuman kemudian penglihatan dan pendengaran.

Pada usia balita, kemampuan persepsi auditori mulai terbentuk pada usia 6 atau 12 bulan, dapat memprediksi ukuran kosa kata dan kerumitan pembentukan pada usia 23 bulan.4,36   Telinga sebagai organ sensori auditori berperan penting dalam perkembangan bahasa. Beberapa studi menemukan gangguan pendengaran karena otitis media pada anak akan mengganggu perkembangan bahasa.

Sel saraf bayi baru lahir relatif belum terorganisir dan belum spesifik. Dalam perkembangannya, anak mulai membangun peta auditori dari fonem, pemetaan terbentuk saat fonem terdengar. Pengaruh bahasa ucapan berhubungan langsung terhadap jumlah kata-kata yang didengar anak selama masa awal perkembangan sampai akhir umur pra sekolah.

 

Kognisi

Anak di usia ini sangat aktif mengatur pengalamannya ke dalam kelompok umum maupun konsep yang lebih besar.  Anak belajar mewakilkan, melambangkan  ide dan konsep. Kemampuan ini merupakan kemampuan kognisi dasar untuk pemberolehan bahasa anak.

 

Beberapa teori  yang menjelaskan hubungan antara kognisi dan bahasa :

  1. Bahasa berdasarkan dan ditentukan oleh pikiran (cognitive determinism)
  2. Kualitas pikiran ditentukan oleh bahasa (linguistic determinism)
  3. Pada awalnya pikiran memproses bahasa tapi selanjutnya pikiran dipengaruhi oleh bahasa.
  4. Bahasa dan pikiran adalah faktor bebas tapi kemampuan yang berkaitan.

Sesuai dengan teori-teori tersebut maka kognisi bertanggung jawab pada pemerolehan bahasa dan pengetahuan kognisi merupakan dasar pemahaman kata.

 

Prematuritas

Weindrich menemukan adanya faktor-faktor yang berhubungan dengan prematuritas yang mempengaruhi perkembangan bahasa anak, seperti berat badan lahir, Apgar score, lama perawatan di rumah sakit, bayi yang iritatif, dan kondisi saat keluar rumah sakit.

 

Faktor Eksternal (Faktor Lingkungan)

Riwayat keluarga

Demikian pula dengan anak dalam keluarga yang mempunyai riwayat keterlambatan atau gangguan bahasa beresiko mengalami keterlambatan bahasa pula. 38 Riwayat keluarga yang dimaksud antara lain anggota keluarga yang mengalami keterlambatan berbicara, memiliki gangguan bahasa, gangguan bicara atau masalah belajar.

 

Pola asuh

Law dkk juga menemukan bahwa anak yang menerima contoh berbahasa yang tidak adekuat dari keluarga, yang tidak memiliki pasangan komunikasi yang cukup dan juga yang kurang memiliki kesempatan untuk berinteraksi  akan memiliki kemampuan bahasa yang rendah.

 

Lingkungan verbal

Lingkungan verbal mempengaruhi proses belajar bahasa anak. Anak di lingkungan keluarga profesional akan belajar kata-kata tiga kali lebih banyak dalam seminggu dibandingkan anak yang dibesarkan dalam keluarga dengan kemampuan verbal lebih rendah.

 

Pendidikan

Studi lainnya melaporkan juga ibu dengan tingkat pendidikan rendah merupakan faktor resiko keterlambatan bahasa pada anaknya.

 

Jumlah anak

Chouhury dan beberapa peneliti lainnya mengungkapkan bahwa jumlah anak dalam keluarga mempengaruhi perkembangan bahasa seorang anak, berhubugan dengan intensitas komunikasi antara orang tua dan anak.

 Referensi :

  1. Parker S, Zuckerman B, Augustyn M. Developmental and behavioral Pediatrics (2nd ed): Language Delays. Philadelphia : Lippincott Williams & Wilkins, 2005
  2. Owens RE. Language Development an Introduction, 5th edition. New York:Allyn and Bacon; 2001.
  3. Smith C, Hill J, Language Development and Disorders of Communication and Oral Motor Function. In : Molnar GE, Alexander MA,editors. Pediatric Rehabilitation. Philadelphia: Hanley and Belfus;1999.p. 57-79.
  4. Rydz D, Srour M, Oskoui M, Marget N, Shiller M, Majnemer A, et.al. Screening for developmental delay in the setting of a community pediatr clinic: A Prospective assessment of parent-Report questionnaires. Pediatrics 2006;118;e1178-e1186.

Supported  by
CLINIC FOR CHILDREN 

Yudhasmara Foundation 

JL Taman Bendungan Asahan 5 Jakarta Indonesia 102010

phone : 62(021) 70081995 – 5703646

http://childrenclinic.wordpress.com/

 

 

Clinical and Editor in Chief :

DR WIDODO JUDARWANTO

email : judarwanto@gmail.com

 

 

Copyright © 2009, Clinic For Children Information Education Network. All rights reserved.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: